Langsung ke konten utama

(My Digital Portofolio, Resume Materi Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi

 Materi:

Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi


Pemateri:

Prof. Dr. Haryono Umar, S.E., Ak., M.Sc.,

Guru besar UMJ dan wakil rektor Perbanas institute


Indonesia dikenal negara maritim, yang mempunyai kekayaan luar biasa dan berada di antara dua benua

Indonesia menjadi jalur penting perdagangan di dunia. Indonesia mengelola minyak sejak 1981.


Sebagai masyarakat kita bisa berkompetensi dalam memajukan Indonesia. Kompetensi ada 3:

1. Pengetahuan

2. SKILL. Kita akan diajarkan banyak skill disini, dan jika mempunyai pengetahuan tanpa skil itu tida akan berarti

3. Sikap/Aqidah (integritas), yang dapat dilihat dari bagaimana cara seseorang berinteraksi.


Karakter yang di dapatkan saat kuliah:

- Independensi/kenetralan. Intres yang dibutuhkan ketika menjadi mahasiswa adalah belajar dengan baik.

- skeptis, karakter yang tak mudah percaya dan tak mudah menuduh.


Indonesia adalah benua ke-6 tapi sayangnya semua telah di rusak oleh para koruptor.


Korupsi dimulai dengan adanya kesalahan dari hal yang kecil, kesalahan sendiri dibagi menjadi 2 yaitu intensional mistake(kesalahan yang di sengaja) dan unintensional mistake (kesalahan yang tidak di sengaja).


Kejahatan ada 2:

- umum, seperti: mencuri

- khusus, seperti: Narkoba 


Korupsi bisa di anggap dari 2 sudut pandang, yaitu:

- luas, setiap ada penyimpangan dan kecurangan di anggap korupsi

- sempit, terkait dengan keuangan negara.


Penyebab adanya korupsi:

1. Kesempatan

2. Tekanan / pressure 

3. Pembenaran

4. Kewenangan

5. Kehilangan integritas, dan integritas dibagi menjadi tiga diantaranya level rendah(patuh), level middle, stand a long.


Hukuman untuk pelaku korupsi:

- Hukuman badan (mati, penjara)

- Hukuman uang (denda, uang pengganti) 


Suap ialah melakukan sesuatu untuk upaya mendapatkan sesuatu, bisa berupa uang, jasa, dll



Lihat juga link teman saya: http://septianurfauziyah.blogspot.com/2023/09/materi-1-day-2.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Digital Portofolio, Resume Materi Implementasi Unusa dalam Kampus Merdeka Merdeka Belajar

Materi: Implementasi  Unusa dalam Kampus Merdeka Merdeka Belajar Pemanteri: Prof. Kacung Marijan, Drs., M.A., Ph.D. - Wakil Rektor I Naufal Ilham Saputra - Finalis Mahasiswa Berprestasi Nasional 2023 Mengapa Unusa bisa menjadi Kampus yang maju dan bagus? Karena seperti yang ada pada Visi Unusa, yaitu: Menjadi Lembaga Perguruan Tinggi yang terkemuka dan unggul di ASEAN, berjiwa wirausaha serta berjati diri islami. Milestone Unusa: untuk arah pengembangan Unusa saat ini adalah: menjadi Universitas berdaya saing Regional menuju Excellent Entrepeneurship University. Unusa menjadi Kampus Merdeka, Merdeka Belajar yang dapat memberi beberapa mahasiswa, diantaranya yaitu: 1. Dapat belajar pada prodi yang diminati. 2. Memberi Peluang untuk mencoba belajar pada Prodi yang lain. 3. Memberi kesempatan untuk belajar di Perguruan Tinggi lain. 4. Memperkaya pengetahuan dan pengalaman dalam belajar. Berikut ini cerita pengalaman dari kank Naufal, Ia berkata bahwa dulu waktu dia SMA bukanlah seoran...

My Digital Portofolio, Resume Materi Tantangan dan peluang mahasiswa dalam revolusi industri 4.0 dan society 5.0

Materi: Tantangan dan peluang mahasiswa  dalam revolusi industri 4.0 dan society 5.0 Pemateri: Dr. Ginanjar Rahmawan - Founder RMC & RNM Pada masa sekarang kemajuan teknologi sangat dibutuhkan pada semua Lembaga Pendidikan baik dari jenjang terendah ke jenjang yang paling tinggi sekalipun, maka dari itu untuk menangani masalah tersebut dapat menggunakan Artificial Intelegience (AI) yang merupakan bentuk dari adanya kemajuan serta perkembangan teknologi di dunia internet. Dan berikut ini merupakan beberapa macam kelompok dari AI, diantaranya: 1. untuk menulis 2. untuk meresume. seperti: Bard 3. untuk membuat skripsi. seperti: quilbot, rewriter Fakta dari adanya AI adalah: 1. AI merupakan kecerdasan buatan, bukan sesungguhnya. 2. Penggunaan AI yang berlebihan berarti meragukan kecerdasan kita 3. Adanya keterbatasan dalam akses data dan penggunaan bahasa. Pak Ginanjar jugan menunjukan bagaimana cara menggunakan AI secara etis sebagai berikut: 1. Menjadikan AI sebagai asisten ...