Langsung ke konten utama

Resume Kolaborasi Dosen Unusa, ITS dan Unej, Pantau Status Kesehatan Ibu dan Anak Secara Digital

https://unusa.ac.id

Pada zaman sekarang Digitalisasi sudah menyentuh ke berbagai sektor dan bidang. Dalam hal kesehatan, digitalisasi sudah harus diterapkan hingga ke tingkat puskesmas bahkan posyandu.


Kalangan akademisi memiliki peran penting agar digitalisasi di dunia kesehatan hingga ke tingkat paling bawah bisa diterapkan. Karena itu, para dosen dari beberapa kampus berkolaborasi untuk melakukan digitalisasi buku KIA (Kartu Ibu dan Anak). Tujuannya agar pemantauan status kesehatan ibu dan anak bisa lebih optimal.



Ada enam dosen dari tiga universitas dengan status klaster perguruan tinggi yang berbeda. yakni Rizki Amalia dari Prodi S1 Kebidanan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan dan Endang Sulistiyani dari Prodi Sistem Informasi, Fakultas Ekonomi Bisnis dan Tekhnologi Digital, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).


Juga ada Retno Aulia Vinarti dari Departemen Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Adistha Eka Noveyani dari Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember dan 1 mahasiswa dari D3 Kebidanan yakni Resa Alpiana dan mahasiswa dari Sistem Informasi Unusa, Nurul Riska Novita.


referensi= Kolaborasi Dosen Unusa, ITS dan Unej, Pantau Status Kesehatan Ibu dan Anak Secara Digital

lihat juga blog teman saya= afrahamanii.blogspot

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Digital Portofolio, Resume Materi Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability Untuk Menemukan Solusi Terbaik

Materi:   Strategi Menumbuhkan Critical Thinking  Ability Untuk Menemukan Solusi Terbaik Pemateri:  Ir Arief Abdurrahman, ST., M.T - Institus Teknolgi Sepuluh November Critical Thingking atau bisa juga sering di sebut berpikir kritis sangat berguna dalam mengadapi segala hal. Critical Thingking juga ada hubungannya dengan pemecahan Problem Solving, dimana dalam berpikir kritis dapat digunakan untuk pemecahan masalah yang sedang dihadapi baik itu masalah bear atau kecil, masalah individu atau kelompok maupun masalah-masalah yang lain. Ada beberapa tahap yang harus dilalui untuk berpikir kritis, yaitu: 1. identifikasi serta kembangkan kemampuan dan potensi diri (nilai, agama, adat, pendidikan formal, dll) 2. identifikasi, validasi serta evaluasi segala informasi yang di peroleh (5W+1H)  3. bandingkan antara fakta dengan nilai- nilai kebenaran yang ada. 4. analisis melalui klasifikasi dan pemetaan masalah. Berpikir kritis dapat didukung oleh dua hal. Yang pertama, adany...

My Digital Portofolio, Resume Materi Tantangan dan peluang mahasiswa dalam revolusi industri 4.0 dan society 5.0

Materi: Tantangan dan peluang mahasiswa  dalam revolusi industri 4.0 dan society 5.0 Pemateri: Dr. Ginanjar Rahmawan - Founder RMC & RNM Pada masa sekarang kemajuan teknologi sangat dibutuhkan pada semua Lembaga Pendidikan baik dari jenjang terendah ke jenjang yang paling tinggi sekalipun, maka dari itu untuk menangani masalah tersebut dapat menggunakan Artificial Intelegience (AI) yang merupakan bentuk dari adanya kemajuan serta perkembangan teknologi di dunia internet. Dan berikut ini merupakan beberapa macam kelompok dari AI, diantaranya: 1. untuk menulis 2. untuk meresume. seperti: Bard 3. untuk membuat skripsi. seperti: quilbot, rewriter Fakta dari adanya AI adalah: 1. AI merupakan kecerdasan buatan, bukan sesungguhnya. 2. Penggunaan AI yang berlebihan berarti meragukan kecerdasan kita 3. Adanya keterbatasan dalam akses data dan penggunaan bahasa. Pak Ginanjar jugan menunjukan bagaimana cara menggunakan AI secara etis sebagai berikut: 1. Menjadikan AI sebagai asisten ...

My Digital Portofolio, Resume Materi Mahasiswa Unusa Berintelektual dengan anti kekerasan seksual, anti perundungan menjadi remaja asyik tanpa usik

Materi: Mahasiswa Unusa Berintelektual  dengan anti kekerasan seksual, anti  perundungan menjadi remaja asyik tanpa usik Pemateri: Hafid Algristian, dr., Sp.KJ - Unusa RSI Jemursari Bullying sudah tak asing lagi untuk saat ini. Hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan pada setiap diri seseorang atau adanya sikap intoleran, atau bisa juga disebut dengan sikap acuh. Sebagai makhluk sosial yang semestinya akan membutuhkan bantuan dan juga akan berinteraksi dengan masyarakat, maka jika ketika kita melihiat terjadinya hal bullying sebaiknya jangan kita kucilkan korban bullying tersebut dan juga jangan selalu anggap semua hal itu remeh, karena mental pada setiap orang pasti berbeda. Penyebab lain terjadinya bullying dapat karena kurangnya rasa empati pada seseorang yang hidup bersosial. Pada kasus bullying juga terdapat kata Sosial Bullying atau bisa disebut gosip, dimana ada satu atau beberapa orang yang menjadi faktor utama penyebab adanya sosial bullying.  Bullying ini ...