Langsung ke konten utama

Peringatan Kemerdekaan di Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan

Kemerdekaan Indonesia

 yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 merupakan tonggak bersejarah bagi bangsa. Perjuangan panjang para pahlawan melawan penjajahan akhirnya berbuah manis, memberi makna mendalam tentang pentingnya persatuan, pengorbanan, dan kedaulatan bangsa. Hari kemerdekaan bukan sekadar peringatan tanggal bersejarah, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

Budaya Peringatan Kemerdekaan di Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan 

Seiring berjalannya waktu, peringatan hari kemerdekaan tidak hanya diisi dengan upacara bendera, tetapi juga beragam tradisi yang penuh kegembiraan. Lomba-lomba khas seperti panjat pinang, balap karung, hingga tarik tambang menjadi simbol kebersamaan dan ke

rja sama. Tak kalah meriah, karnaval yang menampilkan kreativitas masyarakat lewat kostum, seni, dan budaya turut mewarnai suasana. Melalui kegiatan tersebut, peringatan kemerdekaan menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, sekaligus meneguhkan semangat cinta tanah air.

Desa Tunggul turut serta memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan dengan mengadakan berbagai rangkaian acara. Salah satu kegiatan terbesar digelar pada 20 Agustus 2025, yakni sebuah karnaval yang menampilkan beragam kreasi masyarakat. Dalam acara tersebut, warga menunjukkan hasil karya dan kreativitas yang telah mereka persiapkan sebelumnya, sehingga karnaval tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana untuk mengekspresikan semangat persatuan dan kebanggaan terhadap desa mereka.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Digital Portofolio, Resume Materi Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability Untuk Menemukan Solusi Terbaik

Materi:   Strategi Menumbuhkan Critical Thinking  Ability Untuk Menemukan Solusi Terbaik Pemateri:  Ir Arief Abdurrahman, ST., M.T - Institus Teknolgi Sepuluh November Critical Thingking atau bisa juga sering di sebut berpikir kritis sangat berguna dalam mengadapi segala hal. Critical Thingking juga ada hubungannya dengan pemecahan Problem Solving, dimana dalam berpikir kritis dapat digunakan untuk pemecahan masalah yang sedang dihadapi baik itu masalah bear atau kecil, masalah individu atau kelompok maupun masalah-masalah yang lain. Ada beberapa tahap yang harus dilalui untuk berpikir kritis, yaitu: 1. identifikasi serta kembangkan kemampuan dan potensi diri (nilai, agama, adat, pendidikan formal, dll) 2. identifikasi, validasi serta evaluasi segala informasi yang di peroleh (5W+1H)  3. bandingkan antara fakta dengan nilai- nilai kebenaran yang ada. 4. analisis melalui klasifikasi dan pemetaan masalah. Berpikir kritis dapat didukung oleh dua hal. Yang pertama, adany...

My Digital Portofolio, Resume Materi Tantangan dan peluang mahasiswa dalam revolusi industri 4.0 dan society 5.0

Materi: Tantangan dan peluang mahasiswa  dalam revolusi industri 4.0 dan society 5.0 Pemateri: Dr. Ginanjar Rahmawan - Founder RMC & RNM Pada masa sekarang kemajuan teknologi sangat dibutuhkan pada semua Lembaga Pendidikan baik dari jenjang terendah ke jenjang yang paling tinggi sekalipun, maka dari itu untuk menangani masalah tersebut dapat menggunakan Artificial Intelegience (AI) yang merupakan bentuk dari adanya kemajuan serta perkembangan teknologi di dunia internet. Dan berikut ini merupakan beberapa macam kelompok dari AI, diantaranya: 1. untuk menulis 2. untuk meresume. seperti: Bard 3. untuk membuat skripsi. seperti: quilbot, rewriter Fakta dari adanya AI adalah: 1. AI merupakan kecerdasan buatan, bukan sesungguhnya. 2. Penggunaan AI yang berlebihan berarti meragukan kecerdasan kita 3. Adanya keterbatasan dalam akses data dan penggunaan bahasa. Pak Ginanjar jugan menunjukan bagaimana cara menggunakan AI secara etis sebagai berikut: 1. Menjadikan AI sebagai asisten ...

My Digital Portofolio, Resume Materi Mahasiswa Unusa Berintelektual dengan anti kekerasan seksual, anti perundungan menjadi remaja asyik tanpa usik

Materi: Mahasiswa Unusa Berintelektual  dengan anti kekerasan seksual, anti  perundungan menjadi remaja asyik tanpa usik Pemateri: Hafid Algristian, dr., Sp.KJ - Unusa RSI Jemursari Bullying sudah tak asing lagi untuk saat ini. Hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan pada setiap diri seseorang atau adanya sikap intoleran, atau bisa juga disebut dengan sikap acuh. Sebagai makhluk sosial yang semestinya akan membutuhkan bantuan dan juga akan berinteraksi dengan masyarakat, maka jika ketika kita melihiat terjadinya hal bullying sebaiknya jangan kita kucilkan korban bullying tersebut dan juga jangan selalu anggap semua hal itu remeh, karena mental pada setiap orang pasti berbeda. Penyebab lain terjadinya bullying dapat karena kurangnya rasa empati pada seseorang yang hidup bersosial. Pada kasus bullying juga terdapat kata Sosial Bullying atau bisa disebut gosip, dimana ada satu atau beberapa orang yang menjadi faktor utama penyebab adanya sosial bullying.  Bullying ini ...